Selasa, 08 September 2009

Grup Rebana Al-Hikmah

ANGKATAN PERINTIS REBANA AL-HIKMAH

Kesenian rebana masuk di Masjid Al-Hikmah pertama kali digagas oleh Mbah Kaji Ngusman sekitar tahun 1995. Beliau mengumpulkan anak-anak lelaki yang masih duduk di bangku SD untuk berlatih rebana di masjid dengan mendatangkan pelatih rebana dari desa Penularan. Tak banyak yang berminat untuk latihan bermain alat musik terbang ini. Akhirnya, tak lama kemudian, program latihan rebana ini pun terpaksa kandas. Bukan hanya lantaran sedikit murid, tapi juga karena pelatih rebana yang biasa mengajar dikabarkan mati gantung diri. Beberapa waktu setelah itu, sebuah momentum telah menggugah kembali semangat anak-anak yang dahulu pernah belajar rebana di Masjid untuk kembali mengaktifkan rebana Al-Hikmah yang sempat urung di masa lampau. Slamet, Kiki, dan Dapit; mantan murid rebana Al-Hikmah yang tergugah hatinya pun segera menyingkirkan debu-debu tebal yang melekat di tubuh alat musik terbang yang terbaring di kolong ranjang Mbah Kaji Ngusman. Maka, berdirilah grup Rebana Al-Hikmah untuk pertama kalinya.

Sekitar 2 tahun berlatih dan berkembang, Grup Rebana Al-Hikmah yang semula digawangi oleh Slamet, Dapit, dan Kiki, lambat laun mulai menambah anggota baru. Dengan bertambahnya anggota, berarti kelengkapan alat instrumen rebana pun disesuaikan. Akhirnya, setelah dibantu dan dibina oleh Ta'mir Mesjid, terwujudlah kanggotaan Grup Rebana Al-Hikmah beserta posisi instrumennya. Kiki,Slamet, dan Dapit masing-masing pada tiga terbang utama; Pamuji pada rolling (drum); Dedi pada jidur; Wiwit pada icik-icik (tamborin); Nano sebagai vokalis utama; serta beberapa anak putri sebagai pembantu vokalis atau koor. Pada saat itu, para anggotanya masih duduk di bangku SD dan SMP.

Momentum pertama penampilan Grup Rebana Al-Hikmah adalah di perlombaan rebana antar pedukuhan di Balai Desa Mrinen yang diadakan oleh PKK desa. Dewan Juri sengaja diambil dari luar untuk menghindari faktor nepotisme penilaian. Meskipun tampil dengan dandanan paling sederhana dan kelengkapan instrumen yang paling minim, Grup Rebana Al-hHikmah berhasil membawakan lagu-lagu arab-islami dengan penuh kesyahduan. Lantunan lagu bertajuk Ummi karya Hadad ALwi (cinta rasul) yang dibawakan oleh duet Nano dan Indri kala itu berhasil menyihir suasana haru di ruangan perlombaan dan akhirnya membawa Grup ebana Al-Hikmah menjadi penyandang juara utama. Momentum kemenangan itu telah menjadi titik semangat untuk meneruskan perjuangan mereka melestarikan kesenian rebana di desa mrinen. Dan sejak saat itu pula, rebana menjadi sesuatu yang populer di masyarakat Mrinen khususnya, dan telah membawa perkembangan yang berarti bagi sepak terjang Grup Rebana Al-Hikmah di masa mendatang.

Sekitar tahun 2000, instrumen organ ditambahkan sebagai pelengkap dan dipegng oleh Seto (blogger). Ketika itu, keanggotaan Grup Rebana Al-Hikmah senior sudah tersusun lengkap. Terdiri dari delapan anggota (seperti yang terpampang di foto utama): Kiki (terbang 3), Pamuji (rolling), Slamet (terbang 1), Wiwit (icik-icik), Dapit (terbang 2 & vokal), Seto (organ), Dedi (jidur), serta Nano sang vokal (berhalangan hadir saat pemotretan).

ANGKATAN KEDUA REBANA AL-HIKMAH

Angkatan kedua direkrut tidak lama setelah angkatan perintis terbentuk. Mereka terdiri dari anak-anak seangkatan yang pada awal perekrutannya rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar. Setelah tahun 2002, sebagian anggota perintis pergi merantau dan terpaksa meninggalkan grup untuk mengejar cita-cita. Angkatan kedua dibentuk untuk mengisi kekosongan posisi instrumen serta untuk melatih generasi rebana yang baru. Angkatan kedua terdiri dari: Ijal (vokal/organ), Nunuk (pembantu vokal), Wawan (pembantu vokal), Agus (terbang 1), Widi (terbang 2), Oji (terbang 3), Dwi (icik-icik), N'dae (ketipung), Tri (rolling), dan Bangun (jidur). Angkatan kedua masih tetap bertahan hingga blog ini ditulis, meskipun angkatan ketiga telah dibentuk.

ANGKATAN KETIGA REBANA AL-HIKMAH

Angkatan ketiga Rebana Al-Hikmah merupakan angkatan penerus dan generasi yang paling mapan dari segi teknis dan kelengkapan instrumen. Pada era angkatan ketiga ini pula mulai ada istilah "sewa" guru pengajar untuk menambah khazanah ketukan Rebana serta untuk mempersiapkan diri dalam kompetisi-kompetisi Rebana yang mulai diadakan secara profesional, baik untuk kalangan murid SD maupun umum.

Angkatan ketiga merekrut anak-anak yang masih SD antara kelas 4-6 dan SMP. Angkatan ini dibentuk tidak secara resmi sekitar tahun 2006 akhir. Mereka beranggotakan: Rudi,Ardi,Dias,Fiki,Januar,Iqbal,Saroji,Insan,Diva,dan Alvin. Pada era angkatan ketiga ini, hanya Dapit dan Seto yang bertahan sebagai pengasuh dan pelatih generasi ketiga ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar